Akui Terima Teror Gegara Kasus Meme Stupa Candi Borobudur, Roy Suryo: Sifatnya Non Teknis

JAKARTA, - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo mengaku menerima sejumlah teror karena kasus meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Joko Widodo. Teror itu, kata dia, dilakukan melalui pemberitaan di media sosil dan media pemberitaan abal-abal.

"Saya banyak sekali mengalami teror. Bukan hanya teror secara media sosial, ada beberapa media abal-abal saya sebut begitu ya, yang dengan sangat sadis itu sudah memfitnah bahkan menyatakan saya dipecat dari keluarga Kraton di Jakarta, dibikin arak-arakan, dan lain-lain," kata Roy kepada wartawan di Kantor LPSK, Kamis (21/7).

Roy Suryo mengatakan bahwa teror yang menyerangnya bersifat non teknis. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara detail terkait serangan non teknis tersebut.

Selain ditujukan kepadanya, ia mengaku keluarga juga menerima teror itu. Oleh karenanya, ia mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK sebagai tindak lanjut laporan yang dibuatnya terhadap tiga akun media sosial yang mengunggah pertama meme stupa mirip Jokowi.

"Teror kepada saya bahkan teror yang sifatnya non teknis. Saya tidak bisa menceritakan apa itu teror non teknis. Ya itu saya alami. Keluarga saya juga mengalami hal semacam itu," kata dia.



sumber: www.jitunews.com